Skip to main content

Hukum Pacaran Beda Agama Menurut Islam

Asalamualaikum Wr Wb
Secara umum Pacaran adalah sebuah hubungan antara lelaki dan perempuan yang belum menikah, ataupun awal dari sebuah hubungan yang di dasari oleh perasaan suka sama suka yang jika tidak ada hambatan dalam sebuah hubungan tersebut akan di lanjutkan ke pernikahan.

Untuk saat ini pacaran untuk muda mudi di Indonesia sudah bukan menjadi rahasia lagi. Di media sosial mereka sering kali memamerkan hubungan mereka yang sangat harmonis ataupun sedang bersedih. Dan entah siapa yang memulai namun hal tersebut telah menjadi kebiasaan para anak muda Indonesia.

Ada sebuah pepatah yang menyebutkan

Cinta Itu Buta

Memang bagi sebagian orang hal tersebut merupakan hal yang nyata. Tidak sedikit yang rela meninggalkan keluarga demi pasangan mereka, meninggalkan agamanya, meninggalkan kotanya, meninggalkan negaranya. Namun tahukah anda, bagaimana Hukum Pacaran Beda Agama Menurut Islam?
Yuk simak.!

Apakah Pacaran Dalam Islam Di Perbolehkan? 

pacaran beda agama menurut islam

Dalam Islam tidak ada kata pacaran seperti anak muda jaman sekarang, Islam mengharamkan pacaran. Karena aktivitas muda mudi yang berlawanan jenis menjalin hubungan sebelum pernikahan dapat menyebabkan hal-hal yang tidak di inginkan, seperti zina.

Dalam sebuah hubungan pacaran tentunya hubungan tersebut bisa batal kapan saja sebelum pernikahan, karena belum ada ikatan yang membuat orang yang menjalaninya mudah mengambil keputusan. Maka dari itu jika seseorang telah melakukan hal yang tidak di perbolehkan tersebut (zina) dalam masa pacaran dan pada akhirnya hubungan tersebut gagal maka ini bukan hanya dapat merugikan salah satu pihak saja, namun ini termasuk dalam perbuatan yang di benci Allah SWT.

Pacaran Saja Tidak Di perbolehkan Lantas Bagaimana Jika Pacaran Dengan Orang Yang Beda Agama?


Dalam Islam sudah di anjurkan mengenai cara memilih pasangan hidup yang baik, mengenai akhlak yang mulia dan tingkat keimanan yang tinggi. Namun anak muda jaman sekarang ini sudah banyak yang secara memang tidak tahu ataupun dengan sengaja memilih pasangan dari orang yang memiliki perbedaan agama.
Sebagai seorang muslim telah di anjurkan untuk menikah dengan seorang muslim juga dan tidak boleh menikah dengan seorang musyrik dan yang berbeda agama, sesuai dengan fikih pernikahan.

Allah SWT berfirman yang artinya:


“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil (Al Baqarah : 221 )

Seperti yang telah di jelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 221 tersebut bahwasanya lebih baik menikah dengan seorang budak namun dia adalah seorang muslim daripada menikah dengan seorang cantik jelita dan banyak harta misalnya, namun ia seorang musyrik.

Namun ada pula ulama yang berpendapat bahwa di bolehkah seseorang menikah dengan orang yang berbeda agama asalkan orang tersebut memenuhi syarat syarat pernikahan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar