Skip to main content

SDN 3 Ngarip Tempat Ku Memulai Pendidikan

Asalamualaikum Wr Wb
Alhamdulillah hari ini saya masih bisa menceritakan pengalaman waktu kecil saya yang bersekolah di SDN 3 Ngarip.

Sebelum nya saya memang tidak masuk ke taman kanak-kanak, melainkan saya langsung masuk di sekolah dasar, tepatnya di SDN 3 Ngarip. Saat itu saya masih berumur 7 tahun, alhamdulillah di saat itu saya masuk sekolah berbarengan dengan teman-teman yang juga tetangga saya. Jadi saat pertama kali memulai pelajaran saya tidak begitu takut dan juga bingung. Di antaranya angga ceper dan juga mbak indah. Saya duduk 1 bangku dengan angga dari kelas satu hingga beberapa kelas selanjutnya.

Mereka berdua adalah teman yang setiap hari bermain dengan saya, sebelum kami masuk sekolah dan sesudah bersekolah pun kami tetap bermain bersama. Sungguh mengasyikan jika mengingat masa kecil, dimana yang saya tahu hanyalah bermain dan meminta uang. Namun kini mereka berdua telah menikah ataupun sudah berumah tangga dengan pasangan yang mereka cintai pastinya, dan yang pasti mereka telah mendahului saya. 🤣

Setelah saya bersekolah, saya mulai belajar menulis, menggambar, menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Seperti saat masih kelas satu, walaupun hasil tulisan saya masih sangat jelek dan masih bingung dengan pelajaran yang di berikan, namun saya merasakan perasaan yang sangat senang. Guru kelas satu saya waktu itu adalah buk Eko, Ya namanya memang sama dengan saya, beliau adalah istri dari kepala sekolah SDN 3 Ngarip itu sendiri yaitu pak Warsito. Dari beliau saya bisa menulis, membaca dan lain sebagainya.

Saya masih ingat dengan jelas bagaimana saya belajar menulis huruf a hingga z, dan masih sangat jelas bagaimana saya menangis karena di ejek teman-teman saat saya mendapatkan nilai 0. Bahkan saya juga masih ingat bagaimana saya berangkat berjalan kaki dan selalu berpamitan kepada orang tua saya, semuanya masih teringat dengan jelas di benak saya.

Hal Yang Paling Berkesan Saat bersekolah Di SDN 3 Ngarip 




Berbagai macam aktivitas belajar telah saya lewati saat bersekolah di sini, namun ada beberapa hal yang sangat berkesan bagi saya, dan mungkin tidak akan pernah bisa saya lupakan. Di antaranya :

Menjadi Ketua Kelas


Sejak saya duduk di bangku kelas 2, saya telah di pilih untuk menjadi ketua kelas hingga saya lulus. Entah mengapa saya pun tidak tahu, padahal saat memimpin doa pada saat itu saya sangat lah cepat mengucapkanya, hingga apa yang saya ucapkan terdengar tidak jelas. Rasanya seperti malu atau bagaimana pada saat itu, saya juga tidak paham. 😅

Di Ajari Cara Menghargai Uang Oleh Pak Wardi


Pada sebuah jam istirahat saya beserta teman-teman masih berada di kelas yang sedang asyik bermain, saya lupa uang dari mana, namun pada saat itu saya sedang melempar uang koin 500 perak ke salah satu teman yang berada di bangku depan, tapi dia kembalikan uang tersebut kepada saya, saya tetap melemparkanya kembali, tapi kali ini lemparan saya cukup keras, hingga uang tersebut terlempar sampai di depan pintu yang kebetulan saat itu pak wardi memasuki ruang kelas.

Dengan nada garam beliau bertanya "Siapa yang telah melempar uang tersebut?". Saya pun menjawap "Saya pak", dengan di iringi suara teman-teman 1 kelas yang dengan sigap menjawap bahwa saya lah yang telah melempar uang tersebut. Lalu beliau menyuruh saya untuk mengambil uang tersebut, tetapi malah saya ambil dan saya buang ke luar kelas.
Seusai saya membuang uang 500 perak tersebut dan kembali duduk di bangku, beliau sudah duduk di kursi guru dan memberikan sebuah pengarahan, sebuah materi, sebuah cara untuk menghargai yang namanya uang.

Berapapun nilainya sebuah uang itu tetaplah uang, walaupun 500 perak itu adalah nilai yang kecil, uang 100 ribu pun akan menjadi kurang jika tanpa 500 perak tersebut.
Dan mencari uang itu sangatlah sulit, di butuhkan kerja keras, butuh tenaga dan waktu, namun kamu telah membuang-buang uang tanpa memikirkan bagaimana cara mencarinya, dan bagaimana perjuangan seorang ayah membanting tulang hanya demi sebuah uang untuk keluarganya.
Besok jangan pernah di ulangi ya.

Begitulah tutur beliau,
Yang kini saya mulai merasakanya, betapa sulitnya mencari uang.
Sungguh saya sangat menyeseli sikap saya sendiri pada waktu itu. Sebuah sikap yang tidak patut di tiru, dan jangan sampai ada yang seperti itu.

Di Marahi Juga Di Ajari Pedoman Hidup Oleh Pak Darman


Pada sebuah kesempatan, kelas kami tengah melakukan aktivitas pelajaran olahraga, kalau tidak salah saat itu saya sudah kelas 5. Di karenakan saya adalah salah satu murid yang agak bandel dan karena ada hal yang membuat saya berselisih pendapat dengan salah satu teman di kelas saya, saat itu saya sedang adu mulut dengan murid tersebut, dan pak darman lah yang melerai kami. Namun bukanya saya diam malah semakin saling menyalahkan hingga pak darman yang ingin melerai ikut di salahkan. Dan dari kejadian itu pak darman akhirnya marah kepada kami. Masih saya ingat pesan beliau hingga saat ini, bahwasanya :

Menjadi manusia haruslah mempunyai ilmu padi, harus bisa mencontoh padi yang semakin tua semakin berisi dan padi akan semakin merunduk. Sama dengan manusia, semakin dewasa, semakin mempunyai banyak pengetahuan dan ilmu haruslah menjadi semakin tahu akan sopan santun, tahu cara menghormati orang lain, orang yang lebih dewasa, dan semakin patuh kepada aturan yang ada dan juga allah SWT.

Lagi-lagi saya mendapatkan pelajaran yang sungguh sangat luar biasa, 2 point penting di atas sangatlah mendasar. Sebagai pondasi dasar seseorang yang baik tentunya.
Di samping itu tutur kata beliau juga sangat berarti bagi saya sendiri. Dimana suatu saat saya menjadi suka menghamburkan uang misalnya, saya akan teringat dengan pesan pak wardi, dan di saat itu saya akan tersadar bahwa hal tersebut tidak baik dan tidak selaras dengan poin yang telah saya tanamkan dalam diri saya tentang uang, dan dari situ saya akan lebih berhati-hati dengan uang dan akan menghindari hal tersebut. Begitu juga dengan poin ke 2.

Sebenarnya masih banyak guru-guru di SDN 3 Ngarip ini yang sangat luar biasa membimbing saya dan para siswa/siswi yang lain, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Yang pasti saya merindukan nilai tugas anda.

Salam hormat saya Bapak/Ibu Guru SDN 3 Ngarip.


Oldest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar